Tulisan ini bukan bermaksud untuk menyudutkan pengguna sepeda motor (notabene saya juga pengguna kendaraan ini) dan pihak-pihak lainnya.
Sepeda motor, moda transportasi ini semakin mudah kita temui di setiap sudut jalan, baik di pedesaan hingga di kota-kota besar sekalipun. Penggunanya pun beragam: dari usia sekolah yang belum mempunyai SIM (Surat Ijin Mengemudi), pekerja muda tua, pria wanita dan hampir semua kalangan ekonomi. Jenisnya pun semakin bervariasi: kapasitas mesin kecil hingga besar, dari transmisi manual hingga otomatis, hingga teknologi terbaru yang diklaim “ramah lingkungan”. Produsen sepeda motor berlomba-lomba meningkatkan produksinya, bercita-cita menjadikan Indonesia sebagai pasar sepeda motor terbesar di ASEAN. Masyarakat Indonesia dibuat semakin mudah untuk memiliki sepeda motor yang dulunya sempat menjadi “barang mewah” bagi sebagian besar orang. Ya, penjualan sepeda motor saat ini sebagian besar dilayani secara kredit. Hanya dengan UM Rp 500.000, sepeda motor tipe bebek/tipe terendah pun dapat “dimiliki”, dengan “iming-iming” hadiah langsung dan potongan angsuran. Perusahaan pembiayaan sepeda motor tumbuh menjamur hingga ke kota-kota kecamatan. Continue reading